KOPI DAN KAMU
Secangkir
kopi dan kamu yang bukan untukku
By : Desi
Ariyani
Taraaaa.... selama beberapa minggu ini vacum di blog, kangen juga ya kalau enggak nulis hihihihi.... :P. Ya mau gimana lagi akhir - akhir ini aku sibuk dengan beberapa rutinitas... Selain nggantiin jualan bapak, tiap malem banyak temen juga yang dateng kerumah buat nykripsi... Sampai bingung juga kadang bagi waktunya... Plan yang tadinya mau aku buat belajar tes tes CPNS harus diundur dulu hihihi... Yaaa besok target sih habis sahur sejam sejam gitu belajarnya.. Aamiin semoga terealisasi.... :D
Sebenarnya bukan ini yang mau aku tulis sih...? Ceritanya lagi pengen nulis aja entah kenapa lagi mood banget buat bikin tulisan.... walaupun hasilnya gak sebagus tulisan karya penulis terkenal tapi setidaknya kalau dibaca sedikit menghibur... (hhhh siapapun yang baca semoga terhibur ya aamiin). Mungkin lebih kearah fiksi tulisan kali ini bisa dibilang... Kalau dikata ini ceritaku bisa jadi sih... hahaha.. Tapi enggak juga kali ya... Mungkin disini aku lebih ingin menggambarkan bagaimana rasanya patah hati secara umum.... Bisa dengan mantan kekasih, friendzne, ojekzone, atau zona - zona lainnya dalam hubungan asmara... wkwkwk :v , patah hati itu mungkin bisa digambarkan bagai kenikmatan secangkir kopi yang tak bisa dinikmati... ya udah yuk cus masuk ke topik #apasih ini hahahaha :P :D
Secangkir kopi selalu nikmat dinikmati disegala kondisi, rasa dan aromanya yang enak selalu menjadi incaran tersendiri bagi penikmatnya. Ya... memang rasa kopi itu nikmat aku akuin, sebagai orang yang gak bisa minum kopi itu berasa ada nyesek - nyeseknya gitu.. hihihihi... Terakhir aku minum kopi bisa dibilang saat umurku masih 19 tahun, sekarang uda veteran ini 23 tahun u know??? Tapi alhamdulillah masih diberi umur yang panjang samapai saat ini... :). Bagiku dulu secangkir kopi itu kenikmatan tersendiri... macam - macam variannya yang ngebuat aku suka dengan minuman yang satu ini, apalagi kalau ditambah dengan susu... sumpah rasanya tiada tara...(saya suka saya suka) hhh alay dikit lah... :P (alaymu banyak kali des... -.-"), itulah yang aku rasain beberapa tahun yang lalu, namun sekarang aku harus ikhlas melepas kenikmatan itu... hehehe tapi gpp lah demi kesehatan... terimakasih Ya Rabb :D
Sekarang
mungkin secangkir kopi bisa membunuhku... (Jiaahahahahaha alay lagi). Entah
kenapa sekarang melihat dan mencium aromanya membuat kepala terasa pusing.
Makanya paling g suka kalau ada yang pesen kopi di warung bapak. Bukan masalah
cara buatnya... walaupun itu juga menjadi kendala karena udah lama g buat kopi,
tapi ini lebih ke aromanya yang g bisa aku tahan... Gak tau kenapa sekarang
jadi gini huaaaaa >.< T.T .... dulu padahal doyan banget deh... mungkin
ini akibat setelah negara api menyerang... hahahaha :P
Kalau dilukiskan rasa kopi yang istimewa itu bagaikan kamu dulu... Iya kamu dulu yang selalu aku suka, entah itu tingkahmu, tawamu, candamu... aku suka semuanya.... (karakter aku disini penggambaran seorang perempuan lagi jatuh cinta gitu, bukan aku loh ya... tolong catet hhhhh :v). Dulu kita saling membahagiakan... belum ku lupa semua jasa - jasamu... kamu baik tapi bukan untukku... karena memang takdir tak mempertemukan kita... Entah apa yang menjadikan mu terlarang untukku.... Ciyeee terlarang... huhuhu :') ... Kalau digambarkan kamu itu bagai kopi... kopi yang kusuka tapi dilarang dokter karena sakitku... Tragis memang, kejam sungguh... Sedikit sakit kurasa, atau bahkan bohong jika aku bilang sakitnya sedikit... Untuk move on pun dibutuhkan waktu yang relatif lama... hitungan hari, minggu, bulan dan bahkan mungkin ada yang hitungan tahun...?? (aku ingatkan sekali lagi. "aku" disini bukan si penulis looohhhh ini penggambaran karakter aja lewat perasaan si penulis hahahaha :p)
Terkenang saat pertama kali tervonis dan harus berhenti minum kopi, rasanya nyesek banget... maybe itu yang aku rasakan sama disaat kehilanganmu. Saat kehilangan sesuatu yang disuka itu semacam ada pahit - pahitnya gitu. Menghilangkan sesuatu yang sudah terbiasapun selalu butuh waktu. Aku fikir dulu akan cepat berlalu.... semakin ku berusaha menjauh malah semakin teringat, semakin aku mencoba melupakan justru semakin sesak didada. Hahaha sesak ? Minum asmasoho donk wkwkwk :v (ah elu kebanyakan bercandanya des). Apa iya harus aku ganti dengan minum antimo biar berhenti mabok cinta kepadamu heeeii kau pujaan hati hhhh (kucluknya kumat)
Awal jatuh cinta pasti semua akan merasa bahagia.... lagu dari JKT48 - Heavy Rotation saat itu telah terngiang dikepala, satu lirikpun mengalun pelan ditelinga "mungkin seperti perasaan sekuntum bunga saat dia akan mekar" .... ya mungkin bener juga kalau digambarkan orang yang sedang nge-fly karena cinta thu seperti itu.... awesome lah pokoknya, pernah donk kamu ngerasain? iya kamu yang lagi baca wooooeee... hihihi. Menyenagkan rasanya, seperti menari - nari didepan kaca (apaan sih ini absurd banget). Bersyukurlah orang - orang yang pernah merasakan jatuih cinta... Jatuh cinta itu indah andai kau mengerti... Cuma adakalanya orang yang dicinta tak harus dimiliki.... disinilah kita harus terlatih patah hati. Namun taulah kamu mencintai dalam diam itu lebih sakit dari sekedar patah hati...? Rasanya kayak ada kamvret - kamvretnya gitu wkwkwk :v alay ya... lebay ya..? (menurutku lebay atau alay dikit sih gpp mumpung belum nikah ini hhh, entah kenapa aku merasa kalau umur perempuan dibanding laki - laki itu jauh lebih cepat tuanya... gimana enggak ..? coba banyangin perempuan usia 23 tahun dibilang sudah pantas menikah, sedangkan laki - laki umur segitu masih pantes buat kelayapan...kan kamvret... padahal aku masih merasa kalau masa muda ku masih jauh dari kata usai.... masih ingin menggapai karier setinggi langit ke tujuh... tapi sekali lagi apapun yang terjadi harus tetap disyukurin, ingat Tuhan selalu punya rencana yang baik untuk umatNya :D
Yaaaah apapun penyebabnya yang namanya patah hati ataupun mencintai dalam diam itu pasti sakit, walaupun dengan kadar yang berbeda.... semakin dalam perasaanmu, maka jatuhnya akan semakin sakit... semakin bahagia saat kau bersamanya maka akan semakin sulit untuk menahan rasa sedih saat harus terpisah.... Seperti rasa kopi, semakin nikmat rasa dan aromanya semakin sulit untuk tidak meminumnya, semakin kau suka pada nikmat rasanya semakin sulit meninggalkannya.... Sekian :D
(Ending yang naggung sekali...hahaha maaf ya.... kadar kreatifitasku tiba - tiba menurun 90% kala sudah lelah :P, next time akan kusambung lagi dengan cerita - cerita lainnya... tentunya sesuai seleraku lah mau nulis apa, ini kan blog ku ...tolong ingat... hahaha kamvret bgt gue hihihi peace :P)



