Jumat, 08 Mei 2015

Ayah.....

Yang Terbaik Bagimu - Ada Band

Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak

Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu

Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati

Semarang, 07 Mei 2015

Senandung lagu untukmu Ayah, mengalun lembut ditelinga menemani saat terjagaku.... Tepat jam 24.00 WIB menunggu kedatanganmu pulang untuk sekedar memberi senyuman
Malam ini sejenak merenung memikirkanmu... Melihat tidur lelapmu, wajah letih sudah tak tertutupi lagi saat engkau tidur ayah... Sering kali ku melihat engkau tertidur dengan ekspresi seperti itu, rasa letih dan lelah selalu menemani harimu. Engkau hebat ayah... Selalu terfikir olehku pantaskah aku masih mengeluh didepanmu ? Diwaktu yang sama sejenak sedikit menghela nafas dan bertanya mengapa rasa sakit dimasa lalu ini masih membekas ayah ? Apa aku selemah ini ayah ? Ayah bantu aku....
Terkadang melihatmu membuat sedikit fikiran melayang ke masa lalu, dimana engkau terasa asing bagiku. Itu salahku yang mencoba menghindarimu.. Namun taukah kau ayah, aku selalu mengikutimu berangkat kerja saat kelas 2 SD ? Melihatmu berangkat naik bus hingga tak terlihat oleh jangkauan mata kecilku dulu. Saat itu hanya air mata yang keluar, tak satupun kata terucap dibibir... Dilain waktu aku selalu menunggumu pulang saat sedang luar kota, mungkin puluhan pertanyaan yang sama aku ajukan ke ibu “kapan ayah pulang?” Taukah ayah aku hanya ingin diajarin PR saat itu seperti anak lainnya. Dan semua itu hanya aku yang tau ayah.. Hanya aku...
Teringat masa itu, apalah dayaku yang hanya bisa menahan rasa yang tak dimengerti, tapi itu sakit ayah. Coba lihat aku sebentar... dalam batinku menjerit dimana akal sehatku masih bisa mengontrolnya. Namun aku tau itu terbaik ayah, semua air mata itu menjadi sumber kekuatanku sekarang. Tuhan selalu memberiku yang terbaik dibalik rancanganNya. Karena itu semua aku menjadi anakmu yang sekarang ini ayah. Pengalaman adalah guru terbaik ... Lihatlah saja anakmu yang sekarang ayah, aku gak akan menengok kebelakang lagi... Aku akan berjuang untukmu ayah... Untuk lelahmu saat ini aku akan menebusnya ayah... Tolong doakan anakmu ini agar selalu beruntung dalam RidhoNya...
Entah kenapa aku benar - benar sayang padamu ayah, sekarang ini satu - satunya yang aku punya adalah engkau. Tak berhak ku membuka luka lama itu lagi dihadapanmu. Saat ini engkau adalah lelaki terbaik yang aku tau. Tak seorangpun bisa menyamaimu ayah, karena ku tau engkau tak kan terganti.

Salam terhangatku ayah...

Desi Ariyani
 
Copyright © 2010 BLOG NYA DESI ARIYANI | Design : Noyod.Com | Images : Red_Priest_Usada, flashouille