Kamis, 23 April 2015

Langit Semarang - Awal Perjuangan

Semarang, 22 April 2015

Kutulis tentang hari ini karena saya suka hari ini... Ya saya suka...
Sebenarnya tidak ada yang special untuk hari ini, namun hari ini memberikanku pelajaran hidup yang sangat berharga. Pelajaran yang tak ternilai oleh uang... Dan pelajaran yang sedikt bisa menjawab pertanyaan - pertanyaanku kepada Mu...
Apakah hidup itu adil untukku ? Kenapa jalanku terlalu sulit dari pada yang lain ? Mengapa banyak cobaan yang datang kepadaku ? Dan Kenapa Kau mengubur mimpiku lewat sakitku ? Yaaaaa.... Mengapa kau buat hidupku bagai permainan, sedangkan diluar sana banyak yang tidak usaha menerima kemudahanMu... Pertanyaan - pertanyaan tersebut adalah pertayaan yang selalu aku ajukan dulu kepadaNya.
KepadaNya sang maha pencipta alam semesta, kepadaNya yang sampai saat ini belum pernah ku lihat namun keberadaanNya ku percaya. Disisi lain aku tau aku cuma sebagian kecil dari rencanaNya, tapi apa aku gak boleh minta yang terbaik untuk diriku.......
Aku tau keadilanNya memiliki cara tersendiri, aku tau sebagai umatNya aku hanya bisa ikhlas akan kehendakNya.... Ya Allah... Nyesek loooo kalo diginiin... Serasa diPHPin... Serasa ah sudahlah...... Capek ngomong capek rasanya... Entah apa yang akan terjadi dikehidupan selanjutnya itu masih misteri... Apa gak ada bocoran jawaban sedikit untukku? Hmmmm... Pelit amat sih... T.T
Doa - doa selalu terpanjatkan untukMu setiap malam, saat malam tiba aku selalu bersyukur... Engkau tau malam itu sangat menakjubkan bagiku, yaaa bagiku yang hanya sebagian kecil dari rancanganMu... Bagiku keindahan malam adalah bukti keberadaanMu... Engkau nyata aku percaya itu, ya walaupun kita hanya berkenalan lewat doa yang aku panjatkan... Dan hanya Engkau yang tau kalau selalu aku yang merayu.mu dengan cara tersendiri selain hanya berdoa... Salahkah aku meminta lebih ? Dan untuk jawabannya... Engkau menunjukkan kepadaKu melalui hari ini....


#Hari Ini, Pagi hari.....
Sama seperti hari - hari sebelumnya menjalani rutinitas yang alakadarnya menurutku... Dari sholat subuh, masak buat sarapan,nyuci baju udah biasa dikerjain kalo pagi hari, yang berbeda hanya saat mengecek hape ada kegiatan apa saja yang aku lewatkan semalam saat tidur... Hihihi... Entah kenapa pagiku tak bisa lepas dari gadget ini... Pagi ini satu message via bbm masuk dan mengalihkan perhatianku... Bbmnya mas topan... Orang yang termasuk rese’ di rumah cerita, tumben dia ngucapin selamat pagi... Hahaha...senyum gaje aku dibuatnya... I know... dia hanya merayu agar diajarin skripsinya... hahaha sedikit hiburan dipagi hari...
Pagi ini setelah rutinitas wajib kelar, aku sedikit santai.. Ya karena aku bolos kerja hari ini... Yang menyibukkanku kali ini adalah mencari alasan yang akurat untukku agar bisa libur kerja... Kadang otak kancil perlu dipakai apabila mendesak... alasan yang sedikit berbau konyol sebenarnya.... Alasan pagi ini aku bilang “mabuk kerang” hhhh padahal kerang siapa yang aku makan? Gak ada sama sekali... Ah sekali - kali nakalah fikirku... Lha habis gak ada alasan lain yang pas, gak mungkin juga kalau jujur “Pak, saya ijin gak masuk kerja mau ngurus SKCK buat nglamar pekerjaan lain” hellloooow langsung di ijinin isa2 ntar.. Iya di ijinin libur untuk selamanya... Huhuhu. Untuk ijinku kali ini aku pakai via sms, kalau pakai Whatsapp gak lucu juga. Sebenarnya males aku sms bosku yang ganjen itu. Tapi mau gimana lagi... Ya udah satu SMS akhirnya terkirim... Dan seperti biasa dibales dengan kata2 mutiaranya dia... Intinya gak tak bales lagi waktu itu titik.
Jam 07.30 aku mandi setelah itu sarapan, tak lupa MP3 selalu mengiringi rutinitasku setiap pagi. Pagi ini aku memilih lagu - lagu jepang (Ost Anime) untuk didengarkan. Tak jarang komentar dari bapak muncul begitu saja dan selalu terhiraukan olehku “lagu opo kui disetel?” (Lagu apa itu diputar?). Sudah biasa mendengar bapak nyeletuk seperti itu tiap kali aku denger MP3 jadi paling aku jawab “lha apik owk” (Lha bagus owk). Setelah sarapan selesai aku beranjak bersiap - siap untuk mengurus SKCK. Sedikit bedakan udah cukup buat aku.. Ya aku memang gak suka dandan, tapi kalau bedakan itu wajib. Entah kenapa aku merasa gak pede kalau harus pakai make up yang berlebih. Kali ini aku mimilih baju Casual dengan kemeja untuk bagian atas, dan celana jeans untuk bawahannya. Sepatu wedgespun aku pilih pagi itu untuk dikenakan. Setelah selesai semua kira - kira jam 09.00 beragkatlah aku ke tujuan pertamaku “Kantor Kelurahan”.


#Perjalanan Hari Ini
Perjalanan yang hanya memakan waktu 5 menit untuk sampai ke kelurahan, rumahku emang dekat sama kelurahan Jomblang, disana ku temui beberapa orang pegawai kelurahan... Ya ini pertama kali aku menginjakkan kaki disini tanpa di temani bapak. Sedikit ragu saat akan beranjak masuk kedalam, tak begitu ramai sebenarnya cuma suasana asing terlihat olehku, selangkah demi selangkah aku masuk... Keberanian aku kumpulkan hanya sekedar untuk bertanya dimana tempat mengurus SKCK, tak berapa lama surat lampiran utuk mengurus SKCK terbuat, disini aku juga datang untuk mengurus surat keterangan belum menikah, cuman yang ini harus ditinggal soalnya nunggu Pak Lurah datang dulu, saat itu juga padahal lurah kok belum dateng sih, terus kemana saja... ya Tuhan... kau tunjukkan lagi satu manusia yang tanpa harus bangun pagi tapi mendapat karuniaMu dengan kesuksesannya.
Dengan agak melamun berjalan gontai menuju kantor Kecamatan Candisari, membutuhkan waktu sekitar 10 – 15 menit untuk kesana tepatnya didaerah Jangli kantor kecamatan tersebut dibangun. Sesampai disana disambut oleh pak tukang parkir dengan atribut lengkapnya, rompi warna orange dan tak lupa berkalung peluit dilehernya. Aku parkir motorku disana. Saat masuk diruang tunggu, mendaftar dan meletakkan surat permohonan SKCK dari kelurahan, aku duduk dikursi antrean, saat itu pandanganku teralihkan oleh poster yang terpampang dikantor kelurahan tersebut “Kita itu hanya pembantu rakyat, harus melayani bukan dilayani” begitulah tulisan yang terpampang saat itu. Keren emang kata2nya tapi susah ntuk dijalani mungkin saat ini bagi pemimpin – pemimpin negara kita. Disaat yang sama doa terpanjatkan dalam hati “Semoga bisa menjadi salah satunya kelak aamiin”.
Hanya sebentar namaku dipanggil, mengagetkanku dalam lamunan ini. Setelah surat permohonan SKCK lengkap segera aku menuju ke Polwitabes daerah setempat, tepatnya di daerah Gajah Mungkur (sebenarnya aku kurang mengerti daerah Semarang), Cuma butuh 10 menit aku menuju kesana dari kecamatan. Sampai disana banyak juga yang mengurus SKCK sepertiku, padahal itu masih Polwitabes bukan yang pusat... Kali ini Engkau menunjukkan banyaknya Manusia yang berusaha sukses, dan itu bukan cuma aku... Sampai disana aku tanya sama pegawai yang mengurusi SKCK tentang syarat yang harus dipenuhi.
Ternyata syaratnya foto 4x6 (4 lembar), fc KK, sama fc KTP. Aku kira foto yang dipakai 3x4, akhirnya aku pulang dengan tangan kosong saat itu, sampai rumah gak pakai lama langsung otw ke tempat cetak foto terdekat. Yaaa foto 4x6 ku habis buat ikut Job Fair kemarin... Kurang lebih 20 menit aku menunggu foto dicetak dengan bermain gadget tentunya... sekedar membalas BBM yang masuk atau melihat2 update instagram hari ini...
            Setelah foto tercetak, aku kembali menuju Polwitabes, masuk keruangan yang sama dan sedikit berbasa basi berbincang dengan sesama pembuat SKCK lainnya. Kebetulan jam menunjukkan pukul 11.30 (kurang lebih) dan cukup sepi. Hanya ada 4 orang dan yang ke lima aku. Tiba saat giliranku untuk mengisi formulir tak terlihat ada meja untuk menulis, Seadanyalah fikirku, aku duduk dan mengisi formulir di kursi yang tersedia, didalam keasyikanku mengisi formulir tiba2 ada suara mas2 manggil “Mbak2 duduk sini mbak, aku udah kok” Tak fikir lama aku pindah tempat duduk yang tadinya milik mas,nya. Tak lupa ku ucapkan terimakasih. Saat ini Engkau menunjukkan masih ada orang yang peduli dengan sesamanya Ya Rabb...
            Setelah form selesai terisi,  sekitar 15 menit SKCK sudah jadi. Masalahnya sekarang SKCK juga perlu dilegalisir. Aku bertanya kembali dengan pegawai pengurus SKCK tersebut dimana tempat fotocopy. Beliau amat baik menunjukkan tempat fotocopy yang terdekat olehku, mungkin umur pegawai tersebut sekitar 30-40 tahun yang jelas beliau baik. Tanpa berfikir panjang, aku berjalan menuju arah yang ditunjukkan padaku, aku berjalan cukup lama, aku fikir deket, ternyata jauh banget... beliau bilang “Lurus aja mbak, nanti ada TK lha disitu ada tukang fotocopy”. 10 menit berjalan TK belum terlihat. Seperti biasa hape aku keluarkan untuk sekedar iseng foto2 sesuatu yang ada disana. Jalanan benar2 sepi saat itu, ya itu jalan komplek asrama polisi... Gak ada kehidupan rasanya saat itu.
            Tak berapa lama TK terlihat olehku, namun tidak ada tukang fotocopy disana. Yang terlihat hanya warung kelontong kecil yang dijaga oleh ibu-ibu mungkin beliau istri salah satu polisi yang tinggal disana. Dengan alibi membeli air mineral aku bertanya dimana tempat fotocopy terdekat sini (saat itu sebenarnya didalam tas aku juga bawa air minum... ya kemanapun perginya aku slalu bawa air minum tak jarang aku dijuluki “Gembesers”), beliau menunjukkan kepadaku disana mbak. Tak jauh memang terlihat sebuah toko tertutup. Kata ibu tersebut didalamnya ada tukang fotocopy. “Alhamdulillah fikirku waktu itu”. Membutuhkan waktu +/- 3 menit untuk menuju kesana, setelah sampai ketoko tersebut, yang jaga hanya seorang ibu – ibu yang sudah tua. Entah kenapa hari ini sering bertemu ibu – ibu..haha kenapa gak mas mas cakep gitu hhhh (po’onya kumat). “Aku bertanya bu bisa fotocopy gak ya disini ?” si ibu menjawab “Waah, yang jaga fotocopy hari ini gak masuk mbak, ibu gak isa fotocoy soalnya”. Sedikit nyesek aku balas jawaban ibu tadi dengan senyuman “Owalah, ya udah bu gpp, makasi ya bu”. Nihil tak ku temui tukang Fotocopy disini. Semua memang butuh perjuangan fikirku.
            Dengan tangan kosong kuputuskan kembali menuju polwitabes karena motorku aku parkir disana, Adzan Dzuhurpun terdengar ditelinga, aku duduk sebentar di daerah asrama polisi tersebut hingga adzan berhenti. Satu foto yang menarik (menurutku sih) aku dapatkan... Foto apa aku gak tau tapi seperti hiasanan dari bambu, aku gak tau apa itu namanya. Tepat bergelantung di tempat yang aku duduki saat itu. Suara bambu yang saling bersentuhan saat tertiup angin memecahkan suasana sunyi saat itu. Nyaman.... rasanya suka duduk2 disitu untuk waktu lama, tak ada seorangpun... hanya aku dan suara bambu.
            Saat berjalan terlihat ada masjid kecil, ya masjid yang disiapkan untuk para polisi melakukan ibadah sholat. Akhirnya kuputuskan singgah sebentar dan sholat untuk menyapaMu Ya Rabb wahai pencipta alam. Disitu kebetulan aku bertemu lagi dengan ibu pegawai yang mengurus SKCK tadi, aku bertanya lagi apakah ada tempat fotocopy selain disana ? Beliau menjawab “Haduh tidak ada itu mbak” Sekali lagi aku hanya bisa tersenyum dan menjawab “Oh ya uda bu tak cari diluar saja”.
            Sampai diparkiran slayer aku pakai, kebetulan aku gak pakai jaket waktu itu, aku hidupkan motor dan kembali mencari jejak fotocopy. Ya ampuuun entah kenapa aku gak menemukan tukang fotocopy sepanjang perjalanan, hingga akhirya aku fotocopy di deket rumah, ya deket SMP N 8 Semarang, SMP ku dulu.... Setelah fotocopy aku kembali ke polwitabes untuk untuk legalisir, karena sudah terbiasa telat waktu kuliah, jadi naik motorku bisa dibilang sedikit ngebut, Sampai di polwitabes aku masuk dan langsung di urusin sama ibu yang tadi padahal jam istirahat. Gak sampai 5 menit legalisirku jadi... Yaaa kali ini Engkau menunjukkan kemudahan hanya akan diberikan pada dia yang berusaha... I think so.... Saat itu aku bertanya surat bebas narkoba itu bikinnya dimana ya? Beliau menjawab disini gak ada itu mbak, coba ke Polrestabes Semarang deket RS Karyadi. Oh ya terimakasih banyak bu, jawabku singkat dan langsung menuju Polrestabes yang ditunjukkan tersebut.
            Sesampainya disana, pemandangan yang lebih ekstrim terlihat banyak sekali yang ngurus SKCK. Ternyata disini bukan hanya aku yang sedang berjuang cuman bedanya mereka pada bareng2 sama temen ceritanya, dan aku sendiri (macam orang hilang waktu itu). Tak ada kursi satupun, semua penuh. Dan dipapan tertulis “Sedang Istirahat”. Akhirnya aku putuskan untuk makan siang, warung sederhanapun aku pilih waktu itu, entah kenapa aku lebih nyaman makan diwarung pinggir jalan ketimbang direstoran – restoran Semarang. Lauk bandeng presto, sayur dan sambalpun terpilih olehku. Tak lupa es teh pendamping lunch.ku kali ini. Sedikit intermezo aku foto makananku dan aku upload di instagramku, jarang juga aku foto2 makanan kayak gini, hahaha terlihat dari temen2ku yang sering upload makanan mewah di akun instagramnya. Heeiii makananku juga enak kali... hhh belum tau dia rasanya kelaparan kayak aku saat itu, makanan apapun tetep enak bakalnya..
            Selesai makan aku kembali menuku Polrestabes, jam istirahatpun sudah selesai. Disitu aku bertanya dengan bapak – bapak bagaimna cara mengurus Surat Bebas Narkoba, beliau menjawab “Bisa di RSJ mbak” jawabnya singkat jelas gitu. Tak puas dengan jawabannya, aku berjalan melangkah ragu menuju salah satu polisi yang berada didekat situ. Aku bertanya kembali cara mengurus surat bebas narkoba. Beliau menjawab “Mbak kalo ngurus bebas narkoba harus di RS Negeri” aku bertanya kembali “RS Karyadi bisa pak?” beliau menjawab “Iya Bisa, nanti yang dipakai surat keterangan dari RS tersebut jawabnya”. Setelah puas dengan jawaban tersebut aku bergegas ke RS Karyadi. Yaah disini aku merasakan “Apalah Arti Menunggu” Sebait lagu dari Raisa pun mengalun dikepalaku “Sekarang aku tersadar CINTA yang kutunggu tak kunjung datang, apalah arti aku menunggu bila kamu tak cinta lagi”..... Ternyata aku salah alamat kali ini.
            Berjalan gotai aku menuju ke Karyadi, entah karena oleng atau apa aku masuk dengan mengambil karcis Mobil... aku masuk lewat jalan mobil jelasnya.     
Aku baru sadar setelah melihat karcis tertuliskan pajak mobil. setelah parkir aku langsung menuju satpam untuk bertanya, ya masih pertanyaan yang sama “Bagaimana cara mengurus surat bebas narkoba”. Beliau menunjukkan untuk ke IGD. Tak perlu aktu banyak aku untuk mencari dimana ruang IGD berada, karena sudah sering juga aku mondar mandir ke RS Karyadi waktu alm ibuku sakit dulu. Sedikit jauh perjalanan dari tempat parkir ke IGD, harus melewati lorong – lorong bangunan tua RS tersebut. Diperjalanpun banyak gangguan, seperti OB yang selalu ganjen kalo bertemu cewek jalan sendirian. Sudah terbiasa aku menikmati hal seperti itu di RS ini, entah mereka mengucapkan salam atau kata – kata yang nggak senonoh aku cuek aja. Toh aku gak kenal juga. Cuma kali ini beda, ea ada dua OB aku gak berani liat mukanya yang jelas cowok, yang satu ngucapin salam “Assalamualaikum” otomatis karena itu wajib dijawab tak jawab “Walaikumsalam” tp sambil ngeloyor pergi, yang satu nyeletuk “Mbak’e ayu ik, tambah ayu nek njawabe mbe mesem kudune” (Mbaknya cantik, tambah cantik kalo jawabnya sambil senyum). Aku cuek aja... pura2 gak denger... mengambil langkah seribu fikirku saat itu paling tepat. Disini Engkau menunjukkan tahapan kelas manusia kepadaku...
            Sampai di IGD, aku bertanya ke bag. Resepsionis... Sungguh baik resepsionis RS Karyadi mereka menyarankan untuk pindah RS saja karena selain biaya di RS Karyadai mahal (ya i know kalo ini).... proses pembuatan surat bebas narkoba juga memakan waktu lama, akhirnya aku diberi alternatif untuk membuat surat keterangan bebas narkoba di RSJ Aminogondo. OMG kenpa harus RSJ....??? Aku gak berani kesana sendiri... Fikirku gitu... Berjalan gontai kembail keparkiran, yaaah... sekali lagi hidupku bermasalah dengan anak tangga, aku gak liat jalan akhirnya jatuh... yahhh aku mulai oleng kali ini. Yang terfikirkan entar kalo ketemu orang gila gimana, entar kalo susternya gila gimana.... entah darimana asalnya imajinasiku terlalu berlebihan saat ini.
            Akhirnya aku putuskan untuk kembali kerumah, sampai dirumah baru sadar harus ke kelurahan lagi ambil surat keterangan belum menikah. Yah aku kembali kekelurahan lagi. Kali ini tanpa rasa ragu aku melangkah masuk ke tempat pertama kali yang aku kunjungi, tak berapa lama, suratpun sudah siap. Disitu aku disuruh ke kecamatan lagi untuk penandatangan surat tersebut oleh pak camat. Gak mikir apa2 aku langsungke keamatan buat ngurus surat tersebut. Setelah semua beres aku bergegas pulang kerumah untuk sekedar mencuci muka. Karena dalam lamunan perjalananku aku Cuma mikir kalo gak ngurus sekarang kapan lagi? Akhirnya jam 14.30 WIB aku cus ke RSJ Aminogondo, walaupun tanpa pegetahuan tentang RS tersebut.. ya ini pertama kalinya aku datang kesana. Samapai disana aku bertanya sama mas2 yang bertugas menjaga pintu gerbang. Ada 3 orang waktu itu. Tak liatin satu2... lumayan2 ik... hhhh (tumben ketemu mas mas batinku hhhh) Masih diatas motor sambil buka slayer aku tanya, mas disini kalo mau bikin surat bebas narkoba dimana ya? Dia jawab. Wah udah tutup mbak, tutupnya jam 13.00WIB soalnya... Masih agak memaksa sebenarnya aku tanya lagi “Lha emang sekarang gak isa to?” Dia jawab “Gak isa mbak, besok mbaknya kesini jam 07.30 pagi aja, udah buka kok” yahhhh seperti biasa cuma senyum dan mengucapkan “oh ya udah deh mas, makasi ya” yaaah gue tau 2 temennya yang lain pada senggol2an tangan waktu itu. Ya aku tau mas’e juga sok kepo gitu tanya2 buat daftar apa? Yang jelas gak tak jawab “buat daftar jadi calon istrimu mas” hhhh. Jawaban singkat dan jelas aku utarakan "Buat daftar BUMN, ya uda mas makasi" Terdengar ke dua temen dibelakangnya tiba2 bilang “ciyeee ciyeeee” aku mah cuek aja langsung ngegas motor pergi.... dalam hati apaan sih orang jaman sekarang... dikit2 ciyeee ciyeeee.... Kali ini Engkau menunjukkan bahwa proses menuju titik tertinggi harus dilewati dengan kegagalan dulu...
            Perjalanan pulang kali ini aku nikmati, gak perlu ngebut lagi fikirku. Sampai dirumah bau kasur menggodaku... Aku tertidur karena kecapekan... Bangun2 Hape banyak BBM Masuk... tentunya aku bales satu persatu.... dan saat bales BBM tanganku pegel banget... yah kali ini aku belajar menjadi kurir sehari... pelajaran yang berharga... Untuk saat ini Engkau menunjukkan padaku tidak ada pekerjaan yang kecil, tidak ada kesuksesan tanpa perjuangan.... Tidak ada keberhasilan jika kita tidak bisa sabar..... Sedikit pengalaman satu hari ini menjawab pertanyaanku padaMu... Walaupun tidak dalam bentuk kalimat atau kata... tapi melalui pengalaman yang Engkau berikan kepadaku... Hidup akan adil jika kita berjuang... Karena Engkau adalah Maha Adil... Keadilan yang Engkau maksut adlah jalan Terbaik bagi Umatnya... bukan doa yang terus menerus harus dikabulkan.... Tapi entah kenapa aku emang hanya manusia, tak kan pernah ada rasa puas dihati ini... Aku masih berharap untuk menjadi lebih dari ini... kan kurayu Engkau hingga titik darah penghabisanku hanya untuk mendapat kemudahan dan ACC.Mu Ya Rabb.. Inilah awal perjuanganku.... Hanya untuk RidhoMu....

Wish Me Luck
By : Desi Ariyani

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2010 BLOG NYA DESI ARIYANI | Design : Noyod.Com | Images : Red_Priest_Usada, flashouille