Semarang, 22 April 2015
Kutulis tentang hari ini karena
saya suka hari ini... Ya saya suka...
Sebenarnya tidak ada yang special
untuk hari ini, namun hari ini memberikanku pelajaran hidup yang sangat
berharga. Pelajaran yang tak ternilai oleh uang... Dan pelajaran yang sedikt bisa menjawab pertanyaan - pertanyaanku kepada Mu...
Apakah hidup itu adil untukku ?
Kenapa jalanku terlalu sulit dari pada yang lain ? Mengapa banyak cobaan yang
datang kepadaku ? Dan Kenapa Kau mengubur mimpiku lewat sakitku ? Yaaaaa....
Mengapa kau buat hidupku bagai permainan, sedangkan diluar sana banyak yang
tidak usaha menerima kemudahanMu... Pertanyaan - pertanyaan tersebut adalah
pertayaan yang selalu aku ajukan dulu kepadaNya.
KepadaNya sang maha pencipta alam
semesta, kepadaNya yang sampai saat ini belum pernah ku lihat namun
keberadaanNya ku percaya. Disisi lain aku tau aku cuma sebagian kecil dari
rencanaNya, tapi apa aku gak boleh minta yang terbaik untuk diriku.......
Aku tau keadilanNya memiliki cara
tersendiri, aku tau sebagai umatNya aku hanya bisa ikhlas akan kehendakNya....
Ya Allah... Nyesek loooo kalo diginiin... Serasa diPHPin... Serasa ah
sudahlah...... Capek ngomong capek rasanya... Entah apa yang akan terjadi
dikehidupan selanjutnya itu masih misteri... Apa gak ada bocoran jawaban
sedikit untukku? Hmmmm... Pelit amat sih... T.T
Doa - doa selalu terpanjatkan
untukMu setiap malam, saat malam tiba aku selalu bersyukur... Engkau tau malam itu sangat
menakjubkan bagiku, yaaa bagiku yang hanya sebagian kecil dari rancanganMu...
Bagiku keindahan malam adalah bukti keberadaanMu... Engkau nyata aku percaya
itu, ya walaupun kita hanya berkenalan lewat doa yang aku panjatkan... Dan
hanya Engkau yang tau kalau selalu aku yang merayu.mu dengan cara tersendiri
selain hanya berdoa... Salahkah aku meminta lebih ? Dan untuk jawabannya... Engkau menunjukkan kepadaKu melalui hari ini....
#Hari Ini, Pagi hari.....
Sama seperti
hari - hari sebelumnya menjalani rutinitas yang alakadarnya menurutku... Dari
sholat subuh, masak buat sarapan,nyuci baju udah biasa dikerjain kalo pagi
hari, yang berbeda hanya saat mengecek hape ada kegiatan apa saja yang aku
lewatkan semalam saat tidur... Hihihi... Entah kenapa pagiku tak bisa lepas
dari gadget ini... Pagi ini satu message via bbm masuk dan mengalihkan
perhatianku... Bbmnya mas topan... Orang yang termasuk rese’ di rumah cerita,
tumben dia ngucapin selamat pagi... Hahaha...senyum gaje aku dibuatnya... I know... dia hanya merayu agar diajarin
skripsinya... hahaha sedikit hiburan dipagi hari...
Pagi ini
setelah rutinitas wajib kelar, aku sedikit santai.. Ya karena aku bolos kerja
hari ini... Yang menyibukkanku kali ini adalah mencari alasan yang akurat
untukku agar bisa libur kerja... Kadang otak kancil perlu dipakai apabila
mendesak... alasan yang sedikit berbau konyol sebenarnya.... Alasan pagi ini aku
bilang “mabuk kerang” hhhh padahal kerang siapa yang aku makan? Gak ada sama
sekali... Ah sekali - kali nakalah fikirku... Lha habis gak ada alasan lain
yang pas, gak mungkin juga kalau jujur “Pak, saya ijin gak masuk kerja mau
ngurus SKCK buat nglamar pekerjaan lain” hellloooow langsung di ijinin isa2
ntar.. Iya di ijinin libur untuk selamanya... Huhuhu. Untuk ijinku kali ini aku
pakai via sms, kalau pakai Whatsapp gak lucu juga. Sebenarnya males aku sms
bosku yang ganjen itu. Tapi mau gimana lagi... Ya udah satu SMS akhirnya
terkirim... Dan seperti biasa dibales dengan kata2 mutiaranya dia... Intinya
gak tak bales lagi waktu itu titik.
Jam 07.30 aku
mandi setelah itu sarapan, tak lupa MP3 selalu mengiringi rutinitasku setiap
pagi. Pagi ini aku memilih lagu - lagu jepang (Ost Anime) untuk didengarkan.
Tak jarang komentar dari bapak muncul begitu saja dan selalu terhiraukan olehku
“lagu opo kui disetel?” (Lagu apa itu diputar?). Sudah biasa mendengar bapak
nyeletuk seperti itu tiap kali aku denger MP3 jadi paling aku jawab “lha apik
owk” (Lha bagus owk). Setelah sarapan selesai aku beranjak bersiap - siap untuk
mengurus SKCK. Sedikit bedakan udah cukup buat aku.. Ya aku memang gak suka
dandan, tapi kalau bedakan itu wajib. Entah kenapa aku merasa gak pede kalau
harus pakai make up yang berlebih. Kali ini aku mimilih baju Casual dengan
kemeja untuk bagian atas, dan celana jeans untuk bawahannya. Sepatu wedgespun
aku pilih pagi itu untuk dikenakan. Setelah selesai semua kira - kira jam 09.00
beragkatlah aku ke tujuan pertamaku “Kantor Kelurahan”.
#Perjalanan Hari Ini
Perjalanan
yang hanya memakan waktu 5 menit untuk sampai ke kelurahan, rumahku emang dekat
sama kelurahan Jomblang, disana ku temui beberapa orang pegawai kelurahan... Ya
ini pertama kali aku menginjakkan kaki disini tanpa di temani bapak. Sedikit
ragu saat akan beranjak masuk kedalam, tak begitu ramai sebenarnya cuma suasana
asing terlihat olehku, selangkah demi selangkah aku masuk... Keberanian aku
kumpulkan hanya sekedar untuk bertanya dimana tempat mengurus SKCK, tak berapa lama surat lampiran utuk mengurus SKCK terbuat, disini aku juga
datang untuk mengurus surat keterangan belum menikah, cuman yang ini harus
ditinggal soalnya nunggu Pak Lurah datang dulu, saat itu juga padahal lurah kok
belum dateng sih, terus kemana saja... ya Tuhan... kau tunjukkan lagi satu
manusia yang tanpa harus bangun pagi tapi mendapat karuniaMu dengan
kesuksesannya.
Dengan agak melamun berjalan gontai menuju kantor Kecamatan Candisari,
membutuhkan waktu sekitar 10 – 15 menit untuk kesana tepatnya didaerah Jangli kantor
kecamatan tersebut dibangun. Sesampai disana disambut oleh pak tukang parkir
dengan atribut lengkapnya, rompi warna orange dan tak lupa berkalung peluit
dilehernya. Aku parkir motorku disana. Saat masuk diruang tunggu, mendaftar dan
meletakkan surat permohonan SKCK dari kelurahan, aku duduk dikursi antrean,
saat itu pandanganku teralihkan oleh poster yang terpampang dikantor kelurahan
tersebut “Kita itu hanya pembantu rakyat, harus melayani bukan dilayani”
begitulah tulisan yang terpampang saat itu. Keren emang kata2nya tapi susah
ntuk dijalani mungkin saat ini bagi pemimpin – pemimpin negara kita.
Disaat yang sama doa terpanjatkan dalam hati “Semoga bisa menjadi salah satunya
kelak aamiin”.
Hanya sebentar namaku dipanggil, mengagetkanku dalam lamunan ini. Setelah
surat permohonan SKCK lengkap segera aku menuju ke Polwitabes daerah setempat,
tepatnya di daerah Gajah Mungkur (sebenarnya aku kurang mengerti daerah
Semarang), Cuma butuh 10 menit aku menuju kesana dari kecamatan. Sampai disana
banyak juga yang mengurus SKCK sepertiku, padahal itu masih Polwitabes bukan
yang pusat... Kali ini Engkau menunjukkan banyaknya Manusia yang berusaha
sukses, dan itu bukan cuma aku... Sampai disana aku tanya sama pegawai yang
mengurusi SKCK tentang syarat yang harus dipenuhi.
Ternyata
syaratnya foto 4x6 (4 lembar), fc KK, sama fc KTP. Aku kira foto yang dipakai
3x4, akhirnya aku pulang dengan tangan kosong saat itu, sampai rumah gak pakai
lama langsung otw ke tempat cetak foto terdekat. Yaaa foto 4x6 ku habis buat
ikut Job Fair kemarin... Kurang lebih 20 menit aku menunggu foto dicetak dengan
bermain gadget tentunya... sekedar membalas BBM yang masuk atau melihat2 update
instagram hari ini...
Setelah foto tercetak, aku kembali
menuju Polwitabes, masuk keruangan yang sama dan sedikit berbasa basi
berbincang dengan sesama pembuat SKCK lainnya. Kebetulan jam menunjukkan pukul
11.30 (kurang lebih) dan cukup sepi. Hanya ada 4 orang dan yang ke lima aku.
Tiba saat giliranku untuk mengisi formulir tak terlihat ada meja untuk menulis,
Seadanyalah fikirku, aku duduk dan mengisi formulir di kursi yang tersedia,
didalam keasyikanku mengisi formulir tiba2 ada suara mas2 manggil “Mbak2 duduk
sini mbak, aku udah kok” Tak fikir lama aku pindah tempat duduk yang tadinya
milik mas,nya. Tak lupa ku ucapkan terimakasih. Saat ini Engkau menunjukkan
masih ada orang yang peduli dengan sesamanya Ya Rabb...
Setelah form selesai terisi, sekitar 15 menit SKCK sudah jadi. Masalahnya
sekarang SKCK juga perlu dilegalisir. Aku bertanya kembali dengan pegawai
pengurus SKCK tersebut dimana tempat fotocopy. Beliau amat baik menunjukkan
tempat fotocopy yang terdekat olehku, mungkin umur pegawai tersebut sekitar
30-40 tahun yang jelas beliau baik. Tanpa berfikir panjang, aku berjalan menuju
arah yang ditunjukkan padaku, aku berjalan cukup lama, aku fikir deket,
ternyata jauh banget... beliau bilang “Lurus aja mbak, nanti ada TK lha disitu ada
tukang fotocopy”. 10 menit berjalan TK belum terlihat. Seperti biasa hape aku
keluarkan untuk sekedar iseng foto2 sesuatu yang ada disana. Jalanan benar2
sepi saat itu, ya itu jalan komplek asrama polisi... Gak ada kehidupan rasanya
saat itu.
Tak berapa lama TK terlihat olehku,
namun tidak ada tukang fotocopy disana. Yang terlihat hanya warung kelontong
kecil yang dijaga oleh ibu-ibu mungkin beliau istri salah satu polisi yang
tinggal disana. Dengan alibi membeli air mineral aku bertanya dimana tempat
fotocopy terdekat sini (saat itu sebenarnya didalam tas aku juga bawa air minum...
ya kemanapun perginya aku slalu bawa air minum tak jarang aku dijuluki “Gembesers”),
beliau menunjukkan kepadaku disana mbak. Tak jauh memang terlihat sebuah toko
tertutup. Kata ibu tersebut didalamnya ada tukang fotocopy. “Alhamdulillah
fikirku waktu itu”. Membutuhkan waktu +/- 3 menit untuk menuju kesana, setelah sampai
ketoko tersebut, yang jaga hanya seorang ibu – ibu yang sudah tua. Entah kenapa
hari ini sering bertemu ibu – ibu..haha kenapa gak mas mas cakep gitu hhhh (po’onya
kumat). “Aku bertanya bu bisa fotocopy gak ya disini ?” si ibu menjawab “Waah,
yang jaga fotocopy hari ini gak masuk mbak, ibu gak isa fotocoy soalnya”.
Sedikit nyesek aku balas jawaban ibu tadi dengan senyuman “Owalah, ya udah bu
gpp, makasi ya bu”. Nihil tak ku temui tukang Fotocopy disini. Semua memang
butuh perjuangan fikirku.
Dengan tangan kosong kuputuskan
kembali menuju polwitabes karena motorku aku parkir disana, Adzan Dzuhurpun
terdengar ditelinga, aku duduk sebentar di daerah asrama polisi tersebut hingga
adzan berhenti. Satu foto yang menarik (menurutku sih) aku dapatkan... Foto apa
aku gak tau tapi seperti hiasanan dari bambu, aku gak tau apa itu namanya.
Tepat bergelantung di tempat yang aku duduki saat itu. Suara bambu yang saling
bersentuhan saat tertiup angin memecahkan suasana sunyi saat itu. Nyaman....
rasanya suka duduk2 disitu untuk waktu lama, tak ada seorangpun... hanya aku
dan suara bambu.
Saat berjalan terlihat ada masjid
kecil, ya masjid yang disiapkan untuk para polisi melakukan ibadah sholat.
Akhirnya kuputuskan singgah sebentar dan sholat untuk menyapaMu Ya Rabb wahai pencipta
alam. Disitu kebetulan aku bertemu lagi dengan ibu pegawai yang mengurus SKCK
tadi, aku bertanya lagi apakah ada tempat fotocopy selain disana ? Beliau
menjawab “Haduh tidak ada itu mbak” Sekali lagi aku hanya bisa tersenyum dan
menjawab “Oh ya uda bu tak cari diluar saja”.
Sampai diparkiran slayer aku pakai,
kebetulan aku gak pakai jaket waktu itu, aku hidupkan motor dan kembali mencari
jejak fotocopy. Ya ampuuun entah kenapa aku gak menemukan tukang fotocopy sepanjang
perjalanan, hingga akhirya aku fotocopy di deket rumah, ya deket SMP N 8
Semarang, SMP ku dulu.... Setelah fotocopy aku kembali ke polwitabes untuk
untuk legalisir, karena sudah terbiasa telat waktu kuliah, jadi naik motorku
bisa dibilang sedikit ngebut, Sampai di polwitabes aku masuk dan langsung di
urusin sama ibu yang tadi padahal jam istirahat. Gak sampai 5 menit legalisirku
jadi... Yaaa kali ini Engkau menunjukkan kemudahan hanya akan diberikan pada
dia yang berusaha... I think so.... Saat itu aku bertanya surat bebas narkoba
itu bikinnya dimana ya? Beliau menjawab disini gak ada itu mbak, coba ke
Polrestabes Semarang deket RS Karyadi. Oh ya terimakasih banyak bu, jawabku
singkat dan langsung menuju Polrestabes yang ditunjukkan tersebut.
Sesampainya disana, pemandangan yang
lebih ekstrim terlihat banyak sekali yang ngurus SKCK. Ternyata disini bukan hanya
aku yang sedang berjuang cuman bedanya mereka pada bareng2 sama temen
ceritanya, dan aku sendiri (macam orang hilang waktu itu). Tak ada kursi
satupun, semua penuh. Dan dipapan tertulis “Sedang Istirahat”. Akhirnya aku
putuskan untuk makan siang, warung sederhanapun aku pilih waktu itu, entah
kenapa aku lebih nyaman makan diwarung pinggir jalan ketimbang direstoran –
restoran Semarang. Lauk bandeng presto, sayur dan sambalpun terpilih olehku.
Tak lupa es teh pendamping lunch.ku kali ini. Sedikit intermezo aku foto
makananku dan aku upload di instagramku, jarang juga aku foto2 makanan kayak
gini, hahaha terlihat dari temen2ku yang sering upload makanan mewah di akun
instagramnya. Heeiii makananku juga enak kali... hhh belum tau dia rasanya
kelaparan kayak aku saat itu, makanan apapun tetep enak bakalnya..
Selesai makan aku kembali menuku
Polrestabes, jam istirahatpun sudah selesai. Disitu aku bertanya dengan bapak –
bapak bagaimna cara mengurus Surat Bebas Narkoba, beliau menjawab “Bisa di RSJ
mbak” jawabnya singkat jelas gitu. Tak puas dengan jawabannya, aku berjalan
melangkah ragu menuju salah satu polisi yang berada didekat situ. Aku bertanya
kembali cara mengurus surat bebas narkoba. Beliau menjawab “Mbak kalo ngurus
bebas narkoba harus di RS Negeri” aku bertanya kembali “RS Karyadi bisa pak?”
beliau menjawab “Iya Bisa, nanti yang dipakai surat keterangan dari RS tersebut
jawabnya”. Setelah puas dengan jawaban tersebut aku bergegas ke RS Karyadi.
Yaah disini aku merasakan “Apalah Arti Menunggu” Sebait lagu dari Raisa pun
mengalun dikepalaku “Sekarang aku tersadar CINTA yang kutunggu tak kunjung
datang, apalah arti aku menunggu bila kamu tak cinta lagi”..... Ternyata aku
salah alamat kali ini.
Berjalan gotai aku menuju ke
Karyadi, entah karena oleng atau apa aku masuk dengan mengambil karcis Mobil...
aku masuk lewat jalan mobil jelasnya.
Aku baru
sadar setelah melihat karcis tertuliskan pajak mobil. setelah parkir aku
langsung menuju satpam untuk bertanya, ya masih pertanyaan yang sama “Bagaimana
cara mengurus surat bebas narkoba”. Beliau menunjukkan untuk ke IGD. Tak perlu
aktu banyak aku untuk mencari dimana ruang IGD berada, karena sudah sering juga
aku mondar mandir ke RS Karyadi waktu alm ibuku sakit dulu. Sedikit jauh
perjalanan dari tempat parkir ke IGD, harus melewati lorong – lorong bangunan
tua RS tersebut. Diperjalanpun banyak gangguan, seperti OB yang selalu ganjen
kalo bertemu cewek jalan sendirian. Sudah terbiasa aku menikmati hal seperti
itu di RS ini, entah mereka mengucapkan salam atau kata – kata yang nggak
senonoh aku cuek aja. Toh aku gak kenal juga. Cuma kali ini beda, ea ada dua OB
aku gak berani liat mukanya yang jelas cowok, yang satu ngucapin salam “Assalamualaikum”
otomatis karena itu wajib dijawab tak jawab “Walaikumsalam” tp sambil ngeloyor
pergi, yang satu nyeletuk “Mbak’e ayu ik, tambah ayu nek njawabe mbe mesem
kudune” (Mbaknya cantik, tambah cantik kalo jawabnya sambil senyum). Aku cuek
aja... pura2 gak denger... mengambil langkah seribu fikirku saat itu paling
tepat. Disini Engkau menunjukkan tahapan kelas manusia kepadaku...
Sampai di IGD, aku bertanya ke bag.
Resepsionis... Sungguh baik resepsionis RS Karyadi mereka menyarankan untuk
pindah RS saja karena selain biaya di RS Karyadai mahal (ya i know kalo
ini).... proses pembuatan surat bebas narkoba juga memakan waktu lama, akhirnya
aku diberi alternatif untuk membuat surat keterangan bebas narkoba di RSJ
Aminogondo. OMG kenpa harus RSJ....??? Aku gak berani kesana sendiri... Fikirku
gitu... Berjalan gontai kembail keparkiran, yaaah... sekali lagi hidupku
bermasalah dengan anak tangga, aku gak liat jalan akhirnya jatuh... yahhh aku
mulai oleng kali ini. Yang terfikirkan entar kalo ketemu orang gila gimana,
entar kalo susternya gila gimana.... entah darimana asalnya imajinasiku terlalu
berlebihan saat ini.
Akhirnya aku putuskan untuk kembali
kerumah, sampai dirumah baru sadar harus ke kelurahan lagi ambil surat
keterangan belum menikah. Yah aku kembali kekelurahan lagi. Kali ini tanpa rasa
ragu aku melangkah masuk ke tempat pertama kali yang aku kunjungi, tak berapa
lama, suratpun sudah siap. Disitu aku disuruh ke kecamatan lagi untuk
penandatangan surat tersebut oleh pak camat. Gak mikir apa2 aku langsungke
keamatan buat ngurus surat tersebut. Setelah semua beres aku bergegas pulang
kerumah untuk sekedar mencuci muka. Karena dalam lamunan perjalananku aku Cuma mikir
kalo gak ngurus sekarang kapan lagi? Akhirnya jam 14.30 WIB aku cus ke RSJ Aminogondo,
walaupun tanpa pegetahuan tentang RS tersebut.. ya ini pertama kalinya aku
datang kesana. Samapai disana aku bertanya sama mas2 yang bertugas menjaga
pintu gerbang. Ada 3 orang waktu itu. Tak liatin satu2... lumayan2 ik... hhhh
(tumben ketemu mas mas batinku hhhh) Masih diatas motor sambil buka slayer aku
tanya, mas disini kalo mau bikin surat bebas narkoba dimana ya? Dia jawab. Wah udah
tutup mbak, tutupnya jam 13.00WIB soalnya... Masih agak memaksa sebenarnya aku
tanya lagi “Lha emang sekarang gak isa to?” Dia jawab “Gak isa mbak, besok
mbaknya kesini jam 07.30 pagi aja, udah buka kok” yahhhh seperti biasa cuma senyum
dan mengucapkan “oh ya udah deh mas, makasi ya” yaaah gue tau 2 temennya yang
lain pada senggol2an tangan waktu itu. Ya aku tau mas’e juga sok kepo gitu
tanya2 buat daftar apa? Yang jelas gak tak jawab “buat daftar jadi calon
istrimu mas” hhhh. Jawaban singkat dan jelas aku utarakan "Buat daftar BUMN, ya uda mas makasi" Terdengar ke dua temen dibelakangnya tiba2
bilang “ciyeee ciyeeee” aku mah cuek aja langsung ngegas motor pergi.... dalam
hati apaan sih orang jaman sekarang... dikit2 ciyeee ciyeeee.... Kali ini
Engkau menunjukkan bahwa proses menuju titik tertinggi harus dilewati dengan
kegagalan dulu...
Perjalanan pulang kali ini aku
nikmati, gak perlu ngebut lagi fikirku. Sampai dirumah bau kasur menggodaku...
Aku tertidur karena kecapekan... Bangun2 Hape banyak BBM Masuk... tentunya aku
bales satu persatu.... dan saat bales BBM tanganku pegel banget... yah kali ini
aku belajar menjadi kurir sehari... pelajaran yang berharga... Untuk saat ini
Engkau menunjukkan padaku tidak ada pekerjaan yang kecil, tidak ada kesuksesan
tanpa perjuangan.... Tidak ada keberhasilan jika kita tidak bisa sabar..... Sedikit
pengalaman satu hari ini menjawab pertanyaanku padaMu... Walaupun tidak dalam
bentuk kalimat atau kata... tapi melalui pengalaman yang Engkau berikan
kepadaku... Hidup akan adil jika kita berjuang... Karena Engkau adalah Maha
Adil... Keadilan yang Engkau maksut adlah jalan Terbaik bagi Umatnya... bukan
doa yang terus menerus harus dikabulkan.... Tapi entah kenapa aku emang
hanya manusia, tak kan pernah ada rasa puas dihati ini... Aku masih berharap untuk menjadi lebih dari ini... kan kurayu Engkau
hingga titik darah penghabisanku hanya untuk mendapat kemudahan dan ACC.Mu Ya
Rabb.. Inilah awal perjuanganku.... Hanya untuk RidhoMu....
Wish Me Luck
By : Desi
Ariyani


0 komentar:
Posting Komentar